Wawali Solo Singgung Tanggung Jawab Gibran yang Ditinggal Kampanye

Admin
0


Wawali Solo Singgung Tanggung Jawab Gibran yang Ditinggal Kampanye

Gibran Raka Bumi Ngeraka Pelakangan menjadi perbincangan karena dilaporkan ke Pemilihan Wali Kota Solo (Pawaslu) atas pengajuan cuti selama 3 hari untuk fokus pada kampanye. Hal ini mendapatkan berbagai tanggapan dan desakan mundur dari jabatannya sebagai Walikota Solo.

Dalam konteks ini, Wakil Walikota Solo, Teguh Pragoso, memberikan tanggapannya seperti yang dikutip dari Tribun Solo. Selama Gibran mengajukan cuti selama 3 hari, tugastugasnya sebagai walikota harus didisposisikan kepada Teguh Pragoso. Awalnya, Teguh memilih untuk tidak banyak berkomentar terkait kinerja pemerintah kota yang dinilai tidak efektif dan efisien karena ditinggal oleh Gibran. Hal ini sempat diungkapkan oleh Ketua Fraksi PDI-P DPRD Solo, YF Sukasno, beberapa hari lalu.

Saat dituding banyak peraturan walikota atau perwali yang tertunda, Teguh mengaku tidak bisa menggantikan tugas tersebut. Hal ini disampaikan oleh Teguh ketika diwawancara di sebuah acara yang berlangsung di Swiss-Bell Hotel pada Rabu, 17 Januari. Menurut Teguh, seorang wakil hanya merupakan tubuh dan kaki, sementara kepalanya berada di Gibran. Oleh karena itu, ia tidak bisa mengambil kebijakan dan hanya menjalankan tugastugas kesehariannya sebagai wakil.

Teguh lantas menyinggung soal tanggung jawab Gibran sebagai Kepala Daerah dan sebagai calon. Menurutnya, hal ini perlu dipikirkan dengan serius, karena hidup hanya memiliki pilihan. Saat ditanya apakah keberatan dengan tugas yang diemban selama Gibran cuti kampanye, Teguh menegaskan bahwa dirinya hanya "kaki" dan "tubuh" pemerintah kota Solo.

Source: Tribun News

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)