Pengadilan Israel baru-baru ini menetapkan dakwaan terhadap warganya yang terlibat dalam pelanggaran berat. Dakwaan tersebut diberlakukan terhadap Abu Ghanima, seorang warga Israel Badui yang bergabung dengan Hamas sejak tahun 2016. Tidak hanya membelot dari Israel, Ghanima juga membocorkan lokasi pangkalan militer Zionis di wilayah Selatan.
Pengadilan Israel menetapkan dakwaan terhadap Abu Ghanima dengan kasus pelanggaran berat karena terbukti bahwa ia telah bergabung dengan kelompok Hamas dan membocorkan lokasi pangkalan militer Israel. Menurut laporan Jerusalem Post pada Jumat, 9 Februari, Ghanima adalah warga Badui Israel yang menyeberang ke Gaza pada Juli 2016. Saat itu, ia bertemu dengan seorang pemimpin Hamas dan meminta untuk bergabung dengan militer kelompok tersebut.
Ghanima kemudian dilatih oleh Hamas dan pasukan elit Nuhba selama 3 bulan. Di tengah latihan tersebut, ia membocorkan lokasi pangkalan militer Israel di selatan kepada Hamas. Pengadilan Israel menyatakan bahwa Ghanima melakukan berbagai operasi pengintaian selama berada di Gaza. Namun, pada 2021, Hamas memenjarakannya karena melanggar aturan.
Ghanima baru dibebaskan pada Desember 203 setelah penjara tempat ia ditahan dibom oleh pasukan Israel. Namun, setelah mencoba kembali ke Israel, ia ditangkap oleh tentara Zionis. Saat ini, kasus pelanggaran berat yang menjerat Ghanima sedang berlangsung di pengadilan.
Source: Tribun
