Pasukan Zionis menghadapi krisis senjata dalam perang dengan kelompok Hamas di Jalur Gaza. Hal ini terungkap setelah sekutu Zionis mengkhianati Israel, dengan sejumlah negara sekutu menahan bantuan senjata dan mendesak untuk menghentikan perang di Jalur Gaza. Dilansir dari tribunnes.com pada Jumat, 2 Februari 2024, selain Australia, produsen senjata dari negara lain juga dilaporkan menahan bantuan senjatanya tanpa penangguhan ekspor senjata. Militer Israel di Jalur Gaza kini menghadapi ancaman krisis senjata, dan media Israel melaporkan tentang memburuknya kepercayaan unit militer di Jalur Gaza di bawah otoritas Netanyahu.
Dampak penangguhan ini bermula saat pasukan sebuah unit militer Zionis dikerahkan untuk menghadapi Hamas selama operasi darat di Gaza. Namun, pasukan tersebut tidak mendapatkan dukungan senjata dan artileri, menyebabkan pasukan militer Israel tersebut mundur dari lokasi pertempuran. Insiden yang tidak biasa ini menyebabkan krisis kepercayaan antara komandan kompli dan pejuang mereka.
Source: Tribun
