Tom Lembong Ungkap Kesalahan 2 Periode Pemerintahan Jokowi

Admin
0

Tom Lembong Ungkap Kesalahan 2 Periode Pemerintahan Jokowi

Kapten Timnas Amin, Anis Baswedan, dan Muhdin Iskandar, atau Timnas Amin Thomas Rikasi Lembong, yang sebelumnya merupakan salah satu sosok andalan Presiden Joko Widodo dalam kabinetnya, membongkar kesalahan Presiden Jokowi dalam dua periode pemerintahannya. Thomas Rikasi Lembong, yang lebih dikenal dengan sapaan Tom Lembong, menyebutkan bahwa fokus program yang diusung dalam dua periode pemerintahan Jokowi tidak berjalan sesuai rencana awal.


Menurutnya, di periode pertama, fokus pemerintah adalah pembangunan infrastruktur, dan di periode kedua, fokus pemerintah akan bergeser ke sumber daya manusia. Namun, kenyataannya, pemerintah masih terus fokus pada pembangunan infrastruktur dan industrialisasi di kedua periode tersebut. Sementara program-program untuk sumber daya manusia, seperti pendidikan dan kesehatan, justru terbengkalai.


"Boleh saya share rencana kita di awal pemerintahan Jokowi tidak seperti ini ya. Rencana awal itu sebenarnya, periode pertama kita fokus ke infrastruktur, yang namanya hardware atau perangkat keras. Di periode kedua, kita geser fokus ke yang namanya software, atau perangkat lunak, yaitu SDM, kesehatan, dan pendidikan. Namun, yang terjadi malah fokus periode pertama diteruskan ke hardware, terus infrastruktur, industri, ya kan? Dan kesehatan, pendidikan terbengkalai," ujarnya.


Terkait strategi program utama di pemerintahan Presiden Joko Widodo, Tom Lembong menilai hilirisasi nikel merupakan salah satu program yang tidak berhasil. "Banyak strategi saat ini yang jelas tidak berhasil. Investasi mengalir deras, tapi pertumbuhan ekonomi kita datar-datar saja, enggak naik-naik. Lapangan kerja masih sulit, penghasilan stagnan, justru yang terjadi adalah harga pangan naik 20-30%, biaya hidup makin meningkat," katanya.


"Contoh strategi yang tidak berhasil, saya justru sebutkan hilirisasi nikel. Mungkin banyak orang tidak sadar bahwa dalam 12 bulan terakhir, harga nikel global sudah turun 30%, karena dengan digenjotnya investasi hanya di nikel smelter di Indonesia, kita membanjiri dengan nikel, dan diprediksi tahun ini akan terjadi surplus nikel terbesar dalam sejarah dunia. Apakah itu yang kita mau?" tambahnya.

Source: CNBC Indonesia

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)