Pemerintahan Korea Selatan kembali diguncang, kali ini pelakunya bukan Korea Utara, melainkan dari dalam pemerintahannya sendiri. Beberapa waktu lalu, beredar rekaman video yang memperlihatkan Ibu Negara Korea Selatan menerima tas dari Dior. Video ini diperkirakan akan menjadi hambatan bagi Presiden Yunsokyol dan partainya untuk kembali merebut mayoritas suara pada pemilu bulan April mendatang.
Beberapa anggota Partai Kekuatan Rakyat, yang merupakan partai asal Yon, mendesak Presiden dan istrinya, Kim Konhe, untuk meminta maaf. Anggota Partai Yun Sekyol dan istri harus mengakui bahwa menerima hadiah tas mewah tersebut adalah hal yang tidak pantas. Anggota Partai Kekuatan Rakyat, yang merupakan partai konservatif Yon, telah mendesak Presiden dan istri untuk meminta maaf atas insiden yang dijuluki oleh media lokal sebagai "skandal tas Dior" dan mengakui bahwa menerima tas tersebut setidaknya tidak pantas.
Mengutip Reuters, klip video ini direkam secara diam-diam oleh seorang pendeta Amerika keturunan Korea dengan kamera tersembunyi saat ia mengunjungi Kim dalam kunjungan tersebut. Pendeta Choy memberikan tas tangan Dior kepada istri orang nomor satu di Korea Selatan. Menurut Choy, pemberian hadiah mewah semacam itu adalah tiket akses untuk bertemu langsung dengan Kim. Kantor kepresidenan Korea Selatan tidak memberikan informasi lebih lanjut ketika ditanya tentang klaim Choy tersebut.
Seorang pejabat kepresidenan mengatakan kepada kantor berita Yonhub bahwa Choy sengaja mendekati Kim dan merekam secara ilegal. Selain itu, pejabat tersebut juga mengatakan bahwa hadiah untuk Kim telah disimpan sebagai milik pemerintah. Dengan tekanan yang tinggi ini, pendeta Choy menyatakan bahwa dirinya ingin mengetahui peran Kim dalam pemerintahan."
Source: Bisnis

