Safri mengungkapkan bahwa banyak kejanggalan terjadi, mulai dari kelalaian perusahaan terhadap keselamatan pekerja hingga keuntungan yang hanya dinikmati oleh segelintir orang. Ia mempertanyakan arti pertumbuhan ekonomi yang diakui oleh pemerintah, mengingat banyaknya fakta yang menyatakan sebaliknya. Safri menekankan pentingnya membicarakan fakta dan tidak hanya mengikuti arus menjadi pemodal, sehingga nasib rakyat tidak terabaikan.
Wakil Ketua DPRD Morowali Utara juga menyoroti perputaran uang di daerah tersebut yang sulit, menyebabkan penurunan daya beli masyarakat. Safri meragukan data yang digunakan oleh pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi, mencurigai bahwa itu mungkin hanya data kelompok elit yang disajikan seolah-olah ekonomi masyarakat di Morowali baik-baik saja. Safri mengajak untuk turun ke lapangan dan melihat kondisi riil masyarakat sebelum memberikan pernyataan atau dukungan kepada calon pemimpin.
Luhut menanggapi pernyataan Tom Lembong dengan menyoroti harga nikel selama 10 tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa harga nikel dunia telah mengalami fluktuasi, dan pada periode hilirisasi nikel di Morowali, harga rata-rata nikel bahkan hanya mencapai Rp.12.000. Luhut merasa heran dengan pernyataan Tom Lembong dan mempertanyakan kejujurannya dalam memberikan pandangan kepada calon pemimpin yang didukungnya.
Source: Metro TV

