Pernyataan Penutup Penuh 3 Cawapres

Admin
0

 

Pernyataan Penutup Penuh 3 Cawapres

Calon Wakil Presiden nomor urut 3, Bapak Mahfud MD, menyampaikan pernyataan penutup dalam waktu 2 menit:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tadi, saya bilang bahwa masalah yang didebatkan sangat penting bagi bangsa. Masalah utamanya adalah pedang hukum kita yang tumpul. Kalau pedang hukum tidak tumpul, kita pasti bisa tabrak habis-habisan. Program pembangunan akan berjalan dengan baik. Mas Ganjar, saya minta maaf kepada para ibu dan anak cucu yang telah ikut terlibat atau tanpa bisa berbuat apa-apa ketika terjadi perusakan alam. Ibu dan para cucu itu huni saya teringat tadi ketika membaca fasad baru, telah terjadi kerusakan di daratan dan di lautan. Terkait ini, saya teringat lagu Ebit GAD yang berbunyi, "Barangkali di sana ada jawabnya di desa. Diahku terjadi bencana, mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga akan dosa-dosa." Dan seterusnya, itu bukti kerusakan lingkungan. Pesan kepada kawan saudara, kami berjanji bahwa kami akan mengembalikan secara bertahap hak rakyat, dan untuk ibu-ibu dan para anak cucu kita, akan tagih dunia internasional untuk membayar hutang-hutang yang telah merusak pembangunan. Sebagai santri NU, saya ingin mengutip dalil Gus Dur, "Imam Manun Billahah, tugas pemerintah terhadap rakyatnya adalah kesejahteraannya selesai." Terima kasih atas kesempatan ini.

Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Bapak Muhaimin Iskandar, dalam waktu Anda 2 menit:

Inti dari pembangunan berkelanjutan adalah tidak ada satupun yang ditinggalkan, dari petani, peternak, nelayan, masyarakat adat, dan seluruh kelompok rentan lainnya. Pembangunan berkelanjutan jangan diabaikan, malah ngurus kekuasaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kita harus ingat bahwa Al-Qur'an menyatakan, "Zuhurul Fasad fil Barri wal Bahri bima kasabat Aidinas." Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia. Bahkan Paus Fransiskus juga mengingatkan kepada kita semua, posisi yang agak rawan masa depan kita. Kita harus melakukan taubat ekologis. Taubat itu dimulai dari etika, sekali lagi, etika lingkungan dan etika pembangunan. Jangan ugal-ugalan, jangan ngangkangi aturan, jangan sembrono. Ojo sak karepe dewe, saudara-saudara sekalian. Insyaallah, kalau amanah mendapatkan mandat, kita akan sungguh-sungguh. Yang pertama, kita akan anggarkan untuk mengatasi krisis iklim. Kita tingkatkan secara signifikan riset sekaligus implementasi energi baru dan terbarukan. Kita sahkan RUU masyarakat adat secepatnya. Dana subsidi atau dana untuk masyarakat desa kita tingkatkan 5 miliar per tahun agar warga desa dapat menikmati pembangunan. Selanjutnya, kita juga akan teruskan subsidi BBM untuk masyarakat miskin, petani, nelayan, miskin, dan kelompok rentan lainnya. Transportasi publik menggunakan energi listrik juga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi polusi. Dengan cara pembangunan kota, reforma agraria harus dieksekusi untuk memangkas ketimpangan. Saatnya kita berubah, saatnya kita pilih perubahan. Terima kasih.

Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Bapak Gibran Rakabuming Raka, pernyataan penutup. dalam waktu 2 menit:

Terima kasih, saya tidak akan pernah bosan-bosan membahas hilirisasi. Dengan hilirisasi, kita akan keluar dari middle-income trap. Dengan hilirisasi, kita akan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Dengan hilirisasi, kita akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Tentunya dalam pelaksanaannya, dipikirkan aspek lingkungan, keberlanjutan, dan sosialnya. Dampak perubahan iklim ini semakin nyata, banjir, kekeringan, kenaikan air laut ini adalah ancaman nyata dan sudah di depan mata semua. Masalah ini adalah tantangan zaman now, membutuhkan solusi zaman now.

Source: Kompas TV

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)