Gerakan Salam 4 Jari Menolak Prabowo-Gibran

Admin
0

 

Gerakan Salam 4 Jari Menolak Prabowo-Gibran

Gerakan Salam 4 Jari mulai menyebar menjelang pemungutan suara pilpres yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024 mendatang. Salam Pajar ini diartikan sebagai tanda penolakan terhadap pasangan calon nomor urut dua, Prabowo-Gibran. Calon Presiden nomor urut 1, Anis Basuedan, merespons santai terhadap gerakan Salam 4 Jari. Menurutnya, pasangan Amin semakin solid dan yakin akan meraih kemenangan dalam pemilu presiden 2024. "Tenang terus nih, tenang terus. Makin hari kita makin optimis, makin hari kita makin menyaksikan banyak yang makin yakin untuk bergabung dalam gerakan perubahan salam 4 jari," ungkap Wanis Basuedan.


Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menyatakan bahwa ia masih menunggu hasil pemungutan suara Pilpres pada 14 Februari 2024 dan optimis bisa meraih kemenangan dalam satu putaran. Nantilah nanti, tunggu 14 Februari dulu, tanggapannya. Siapa tahu, kan, pemrediksi satu putaran di Tebat terpisah," ujar Ganjar Pranowo.


Sementara itu, calon presiden nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan bahwa gerakan Salam 4 Jari membuat warga bingung. Gibran menyampaikan hal ini usai menghadiri acara di Tegal, Jawa Tengah. "Empat jari warga tambah bingung. Nanti ya, jadi bingung. Jari itu saya kembalikan lagi ke warga ya. Kalau ada gabungan antara satu dan tiga ya, monggo kan warga juga bisa lihat. Kemarin debat juga, saya dua lawan satu," papar Gibran Rakabuming Raka.


Pengamat komunikasi politik, Ujang Komarudin, menilai bahwa Salam 4 Jari dapat diartikan sebagai simbol perlawanan terhadap politik dinasti dan oligarki. "Salam pas jari merupakan simbol perlawanan untuk politik dinasti dan oligarki politik. Tetapi memang ini harus kerja keras, harus habis-habisan, harus mati-matian, dan harus menang. Karena kalau kalah, kalau tidak menang, ya sulit untuk bisa mengimplementasikan politik anti dinasti dan politik anti oligarki," ungkap Ujang Komarudin.


Menurut Ujang Komarudin, keberhasilan melawan politik dinasti hanya dapat dicapai apabila koalisi perubahan berhasil meraih kemenangan dalam Pilpres 2024. 


Source: Metro TV

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)