Evaluasi Penampilan Cawapres dalam Debat - Versi Effendi Gozali dan Haris Azhar
Effendi Gazali menyampaikan: Saya tentu saja akan mencoba melihatnya dari sudut pandang yang lebih ilmiah. Ilmiah saja, sudahlah. Misalnya, pada debat cawapres pertama, saya dengan riang hati, bahkan menjadi perbincangan di kalangan para komunikolog. Saya mengatakan bahwa waktu itu Gibran menjadi juaranya. Namun, malam ini, gimiknya tidak berhasil. Artinya, tidak bekerja dengan baik. Pada waktu itu, saya menyebut Ma'ruf sebagai "guardian of the debate." Ternyata, malam ini juga demikian. Jika ada yang mengatakan bahwa Cak Imin tampil luar biasa dan menjadi juara, itu tidak masalah karena saya rasa dia kehilangan momentum di litium e verof sp. Meski agak berteletele selama dua menit di bab regional, dia dapat sekali memberikan penjelasan tentang titik tengah keseimbangannya. Kemudian, tambahan untuk apa yang dilakukan Tom Lembong. Tom Lembong, akhirnya, memberikan kontribusinya. Ma'ruf MD agak hilang sedikit gimiknya di green fion, tetapi dia dapat melakukan redistribusi, impor pangan, dan kebijakan lokal dengan baik karena dia menguasai masyarakat adat dan desa. Harapan terakhir tinggal itu saja. Mudah-mudahan Prabowo, Pak Prabowo, nanti kembali bergelombang pada 4 Februari, karena apapun alasannya, itulah yang akan membuat kesan emosional hilang. Sudah ada dua yang agak emosional, tapi tantangan tetap besar dengan Anis Bwedan ditambah dengan Ganjar Pranowo yang semakin yakin.
Menurut Haris Azhar: Kalau saya mungkin tidak balik ke soal perdebatan tadi. Saya mau bilang ada satu sisa debat terakhir yang menurut saya, publik punya hak untuk tahu soal rekam jejak dan skillnya, baru nanti visinya. Kalau saya mau bilang, namanya language game aja soal visi misi. Saya pikir kenapa semakin meriah pertarungan ke depan ini? Karena pengalaman 10 tahun membuat kita banyak yang terluka, banyak yang teriak-teriak, banyak yang dipenjara, dan lain-lain. Menurut saya, ada yang ingin perubahan, silakan buktikan skillnya selama ini. Track recordnya selama ini, ngapain? Orang sekelilingnya bagian dari proses yang ada selama ini, yang melahirkan luka dan duka atau tidak. Ini ada di satu dan tiga, yang di tiga, kenapa ini baru nyesalnya setahun terakhir? Kan 9 tahun juga ikut menikmati kebijakan yang bermacam-macam. Oke, yang nomor dua, menurut saya, kalau ingin meneruskan, menurut saya sih tidak seru. Bagaimana dia bicara sama orang yang dipenjara, yang tanahnya diambil, dan lain-lain. Menurut saya, kesempatan terakhir itu buktikan. Ada di debat terakhir, debat kelima, untuk membuktikan bagi masing-masing paslon. Jelajahi cara baru mendapatkan informasi.
Source: Metro TV

