Nasib Israel berada di ambang keruntuhan pada tahun 2024. Pasalnya, Dana Moneter Internasional atau IMF menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Israel selama 2024 mengalami perlambatan signifikan, bahkan Produk Domestik Bruto (PDB) turun sebesar 3%. Menurut tribunnews.com, nasib Israel diungkap oleh Kepala IMF, Pier Oliver Gaunras, yang menyatakan bahwa perekonomian Israel terus mengalami kontraksi akibat pembengkakan biaya perang sekitar 151,5 miliar dolar. Angka ini melonjak tajam setelah invasi pada 7 Oktober 2023 lalu, jika dibandingkan dengan anggaran tahun lalu sebelum perang meletus.
Pada Mei 2023, Kementerian Keuangan Israel hanya menganggarkan biaya belanja perlengkapan militer sebanyak 19 miliar dolar Amerika Serikat. Namun, kondisi ekonomi Israel semakin parah karena sebagian besar aktivitas di sektor konsumen telah merosot. Sementara itu, bisnis-bisnis mengalami kekurangan tenaga kerja karena ratusan ribu orang dipanggil sebagai tentara cadangan. Serangkaian masalah ini membuat ekonomi Israel berada di jurang kehancuran, karena pengeluaran terjadi tanpa adanya pemasukan.
Oleh karena itu, Israel mulai memanfaatkan 100.000 pekerja ilegal asal India untuk menggantikan warga Tel Aviv yang ditarik perang di Gaza.
Source: Tribun
