Pasukan pertahanan Israel atau IDF mengakui bahwa tentaranya menembak seorang pria yang merupakan warga negara Amerika Serikat. Setelah insiden tersebut, Amerika Serikat menuntut agar Israel bertanggung jawab atas kecerobohan tentara Zionis. Sebagaimana dikutip dari Sky News, warga Amerika Serikat yang terbunuh adalah Taufiq Hafaz Ajak berusia 17 tahun. Lantas, ayah dari Taufiq mencela pemerintah Amerika Serikat yang justru mendukung Israel. Menurutnya, insiden yang terjadi di Tepi Barat merupakan penembakan yang fatal.
Ayah Taufiq menyebut Israel sebagai mesin pembunuh. Bahkan, ia bersama warga Washington yang lain merasa geram dan muak dengan tingkah laku Israel. Menurut mereka, dana uang pajak yang diberikan ke pemerintah justru dialihkan untuk mendukung senjata Zionis. Pada akhirnya, uang pajak tersebut malah digunakan untuk membunuh warga Washington sendiri.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Taufiq tewas di Tepi Barat, dan pihaknya meminta penjelasan dari Israel. Sementara itu, juru bicara Angkatan Bersenjata Israel mengungkapkan kronologi pembunuhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa seorang perwira polisi dan seorang pemukim Zionis melepaskan tembakan ke seorang warga Palestina yang diduga melemparkan batu di wilayah Almazra Alzarkiah di Tepi Barat.
Source: Tribun Timur

