Ruhut Sitompul: Rakyat Indonesia Sedih Melihat Gimik Cawapres Gibran Debat Lawan Mahfud MD.
Penampilan Jawa presiden nomor urut 2, Gibran Rakabmingra, kasa, debat keempat di JCC Senayan pada Minggu, 21 Januari, menuai sorotan publik, tak terkecuali dari Kubu Lawan, juru bicara tim pemenangan nasional Ganjar Pranowo, dan juga Mahfud Md. Ruhut Sitompul ikut mengomentari jalannya debat cawapres pada malam itu.
Ruhut menanyakan apakah rakyat Indonesia merasa sedih melihat penampilan Gibran dalam debat cawapres kedua. Ia lantas mengungkit soal keinginan Presiden Jokowi yang ingin mengubah format KPU dan tidak membawa masalah pribadi. Namun, Ruhut menilai bahwa justru Gibran yang melakukan hal tersebut. Ruhut melanjutkan bahwa debat malam ini sangat baik karena tema yang diangkat mulai dari agraria hingga lingkungan. Namun, menurutnya, penampilan debat malam ini menjadi tidak berbobot karena Gibran terlihat memaksakan diri seperti orang pintar, padahal jawaban Gibran di debat dinilai banyak yang ngawur atau tidak benar.
Sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakaboming, kembali menggunakan istilah asing dalam debat keempat. Istilah asing disampaikan oleh Gibran saat memberikan pertanyaan kepada Mahfud Md, yakni mengenai "green inflation". Mendengar istilah asing tersebut, Mahfud meminta Gibran untuk memperjelasnya berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh KPU. Merespon hal tersebut, Gibran tidak memperjelas istilah asing yang digunakannya karena menilai gelar profesor Mahfud sudah seharusnya dapat memahaminya. Cawapres nomor urut dua pun akhirnya menjelaskan bahwa "green inflation" bermakna inflasi hijau.
Meskipun jawaban Mahfud tidak sesuai dengan harapan Gibran, Gibran lantas memperagakan gestur mencari jawaban Mahfud yang dinilai tidak ditemukan. Pada akhirnya, Gibran mengatakan bahwa debat harus diubah sesuai saran Presiden Joko Widodo, karena masalah-masalah pribadi sebaiknya tidak dibawa. Ruhut mengakhiri dengan menyatakan bahwa debat sangat baik dalam hal materi seperti agraria dan lingkungan, namun menurutnya, secara hati bersih, penampilan Gibran terasa tidak berbobot. Ia mengakui bahwa orang jujur saja belum waktunya dipaksakan seperti orang pintar, padahal apa yang dikatakan Gibran tadi terasa ngawur. Terima kasih, dan Pak Jokododo sesuai dengan saran beliau kepada KPU, debat harus dirubah karena masalah-masalah pribadi sebaiknya tidak dibawa. Sedih, enggak, kita lihatnya putra kebanggaan dia, Gibran, lah, yang melakukan itu. Kan ini debat sangat baik, ya, baik masalah agraria, lingkungan, dan materi lainnya. Tapi, jujur saja, kalau kita melihat secara hati bersih, jadi enggak berbobot dengan ulanya Gibran. Orang jujur saja, belum waktunya dipaksakan seperti orang pintar, padahal kita tahu apa yang dia katakan tadi semuanya ngawur. Terima kasih, Bang."
Source: https://www.youtube.com/watch?v=lEHtjFUZzp8

