Perbedaan Pemikiran Anies, Prabowo, dan Ganjar saat Berbicara tentang Komitmen Antikorupsi di KPK

Admin
0

 

Perbedaan Pemikiran Anies, Prabowo, dan Ganjar saat Berbicara tentang Komitmen Antikorupsi di KPK

Kamis, 18 Januari 2023 6.20

Sorotan tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tahun 2024 yang menghadiri acara penguatan anti-korupsi untuk penyelenggara negara berintegritas, atau yang dikenal sebagai "Paku Integritas." Acara ini telah diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tahun 2021 di Gedung KPK.

Pada malam ini, acara dihadiri oleh paslon nomor urut 1 Anis Baswedan - Muhimin Iskandar, paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto - Gibran R. Bumingraka, dan paslon nomor urut 3 OW - Mah, MD. Dalam pertemuan ini, para calon presiden dan calon wakil presiden menyampaikan komitmen mereka untuk menyelesaikan persoalan korupsi.

Mereka juga menandatangani Pakta Integritas KPK yang memberikan kekuatan dan kemandirian, baik bagi pimpinan maupun seluruh staf, untuk bekerja dengan kode etik yang tinggi. Salah satu fokus pembahasan adalah perbaikan rekrutmen di KPK, yang diusulkan oleh Presiden, baik di tingkat pimpinan maupun rekrutmen staf.

Mereka mengakui bahwa rekrutmen di KPK bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi menjadi tempat untuk memberantas korupsi. Komitmen untuk memerangi korupsi telah dimulai sejak zaman mahasiswa aktif, khususnya di era KKN merajalela. Semua upaya yang telah disampaikan oleh KPK harus didukung.

Mereka menyatakan tekad untuk mendukung pemberantasan korupsi dengan sungguh-sungguh dan total. Para calon juga membahas pentingnya kepastian hukum dalam menangani cerita atau rumor yang berkembang di lapangan, terutama terkait pengusaha dan kenyamanan mereka.

Ketua KPK Sementara, Nawawi Pomolango, dalam "Paku Integritas" KPK, menyebut bahwa indeks pemberantasan korupsi masih turun, memerlukan komitmen dari para pemimpin bangsa. Nawawi juga menyoroti masih maraknya praktik pemberian komisi atas proyek pembangunan, suap, pengaturan barang dan jasa, hingga jual-beli jabatan. KPK menemukan oknum-oknum yang terlibat dalam praktik korupsi di sektor pengelolaan sumber daya yang seringkali memeras dan meminta jata proyek. Pemberantasan korupsi selama ini dianggap belum optimal, terutama terkait implementasi.

Source: Kompas TV

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)