Kontroversi Hadiah Lomba Siswi SMK yang Viral di Majene Sulawesi Barat.

Admin
0

 

Kontroversi Hadiah Lomba Siswi SMK yang Viral di Majene Sulawesi Barat



Sebuah kisah viral mengejutkan terjadi di Majene, Sulawesi Barat, di mana seorang siswi SMK yang menyatakan dirinya sebagai pemenang lomba dengan hadiah Rp 10 juta, ternyata hanya menerima simbolis berupa tulisan. Kepala sekolah menyatakan bahwa hadiah tersebut sudah dipotong pajak dan ditransfer ke bendahara sekolah.

Dalam cerita yang viral ini, siswi SMK mengklaim bahwa dia hanya menerima hadiah berupa tulisan simbolis saja dari panitia, dan hadiah sebenarnya sudah diserahkan kepada bendahara sekolah setelah menjadi viral. Kepala UPTD Taman Budaya dan Museum Es Barat, Ika Rayani, mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah mentransfer uang sebesar Rp 10 juta ke bendahara sekolah sesuai arahan kepala sekolah.

Ika Rayani menegaskan bahwa lomba Sayang Patudu tidak melibatkan rekayasa dalam pendaftaran dan penyerahan hadiahnya. Kepala SMK Negeri 2 Majene, Nurdin Sanudin, merespons polemik viral terkait hadiah tersebut. Dia menjelaskan bahwa hadiah Rp 10 juta tersebut sudah dipotong pajak 5%, sehingga sisanya sebesar Rp 9,5 juta diserahkan kepada pembina kesenian.

Nurdin juga membeberkan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan lomba Sayang Patudu, termasuk sewa kuda, rebana, make-up, dan berbagai perlengkapan lainnya. Setelah dikurangkan biaya-biaya tersebut, sisanya dibagikan kepada peserta, termasuk siswi SMK yang menjadi juara.

Untuk mengatasi polemik terkait hadiah, Nurdin akan memberikan uang pembinaan sebesar Rp 350.000 dan piagam kepada setiap peserta saat upacara pemberian hadiah. Selain itu, orang tua siswa yang ikut dalam perlombaan juga akan dipanggil untuk menjelaskan situasi ini dan memberikan pemahaman kepada mereka.

Sebelumnya, siswi SMK Negeri 2 Majene mengalami kebingungan terkait pencairan hadiahnya, dan cerita ini menjadi viral di media sosial setelah akun Nurul Mutmainah mengungkapkan ketidakpuasan bahwa juara pertama belum menerima hadiahnya. Polemik ini kemudian dijelaskan oleh pihak berwenang untuk menghindari miskomunikasi lebih lanjut.

Source: Tribun Sumsel

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)