Keluar atau dikeluarkan: Kader PDIP menjelang Pilpres 2024

Admin
0


Keluar atau dikeluarkan: Kader PDIP menjelang Pilpres 2024

Menjelang Pemilu 2024, beberapa kader ternama PDIP memilih untuk keluar dari lingkungan partai tersebut. Namun, tidak semua kader ternama keluar atas kemauan sendiri; PDI-P turut membersihkan partainya dari kader yang tidak sejalan dengan aturan partai.

Beberapa kader ternama PDIP yang keluar dari partai jelang Pemilu 2024 antara lain adalah Maruarid, yang baru saja keluar pada Minggu, 15 Januari 2024, dan telah mengembalikan kartu tanda anggotanya. Maruarar memutuskan untuk hengkang dari PDIP karena memilih mengikuti jejak Presiden Jokowi yang dinilainya telah memperjuangkan banyak hal. Yang kedua adalah menantu Jokowi yang didepak dari PDIP karena secara terang-terangan memberikan dukungannya kepada Gibran, ipar Neraka Bumi, serta Capres Prabowo Subianto. Tindakan ini melanggar kode disiplin partai, dan PDIP memutuskan keanggotaan Bobi pada 10 November 2023.

Salah satu mantan kader PDIP yang cukup vokal, yaitu Budato, juga dikeluarkan dengan alasan yang serupa seperti Bobi. Budiman telah banting haluan mendukung pasangan nomor urut Prab Subianto-Gibran. Dia dipecat pada 24 Agustus 2023. Pip sempat berseloroh bahwa dia akan kembali mendaftar sebagai anak buah Megawati Soekarnooputri jika kesalahannya diampuni oleh partai.

Kader terakhir yang dihapus dari keanggotaan PDIP adalah Gubernur Maluku, Murad Ismail, pada bulan Mei 2023. Alasannya adalah karena sang istri memilih untuk pindah haluan dari PDIP ke PAN. Keputusan sang istri melanggar aturan PDIP yang mengharuskan satu keluarga harus satu partai.

Source: Kompas

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)