Greenflation dan LFP: Menguak Makna dan Dampaknya dalam Debat Cawapres
Sahabat-sahabat, topik ini sempat menciptakan kehebohan dalam debat cawapres. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan "greenflation" dan "LFP" yang ditanyakan oleh Gibran? Mari kita bahas satu per satu secara rinci.
Pertama-tama, apa yang dimaksud dengan "greenflation" atau inflasi hijau? Ini merupakan istilah yang merujuk pada kenaikan harga material dan energi akibat transisi ke energi hijau atau ramah lingkungan. Sebagai contoh, di Prancis pada tahun 2018, greenflation menyebabkan kenaikan pajak bahan bakar minyak untuk pengembangan energi hijau atau ramah lingkungan. Kebijakan pemerintah ini kemudian memicu demonstrasi gerakan rompi kuning selama 3 pekan, dengan dukungan 80% penduduk Prancis yang protes karena pajak dianggap tidak sebanding dengan kualitas hidup yang mereka alami dari energi hijau yang dikembangkan oleh pemerintah.
Selanjutnya, apa itu LFP atau lithium ferofosfat? LFP adalah unsur pada baterai litium-ion yang berfungsi sebagai penyimpan energi listrik, digunakan mulai dari handphone, laptop, hingga kendaraan listrik. Kebijakan anti nikel pada dasarnya merupakan upaya pengembangan teknologi pengganti nikel pada baterai kendaraan listrik, laptop, dan telepon seluler yang umumnya kita gunakan sehari-hari.
LFP memiliki beberapa kelebihan, antara lain kapasitas energi yang tinggi, stabilitas panas dan kimia yang tinggi, serta sifat ekonomis dan ramah lingkungan karena menggunakan material yang tidak beracun. Meski demikian, terdapat juga kekurangan, seperti konduktivitas yang rendah, laju difusi ion litium yang lambat, dan kerapatan energi yang relatif rendah.
Source: Kompas TV

