Faizal Assegaf Pertanyakan Kesehatan Mental dan Psikis Presiden Jokowi

Admin
0
Faizal Assegaf Pertanyakan Kesehatan Mental dan Psikis Presiden Jokowi

Dalam acara televisi yang dilakukan oleh Metro TV berjudul: Jokowi, Lain Dulu Lain Sekarang, Faizal Assegaf Pertanyakan Kesehatan Mental dan Psikis Presiden Jokowi.


Bang Faisal jika Presiden Jokowi ikut berkampanye itu baik untuk demokrasi, semakin meramaikan demokrasi atau semakin membahayakan demokrasi. 


Sebelum masuk ke pertanyaan itu, saya mengikuti keragaman berpikir dalam dua saluran, yaitu saluran yang mempersoalkan etika dan saluran yang mempersoalkan pelanggaran undang-undang dan konstitusi. Tapi izinkan saya bertanya kepada Bang Habibur: apakah ada bocoran tentang laporan medis Presiden Jokowi, misalnya terkait kesehatan mental dan psikis, mungkin bocor di kubu Prabowo? 


Kenapa Anda tanyakan ini, Bang Fa? Ini satu sisi yang tidak dibicarakan. Jadi, jika tadi dibicarakan, misalnya Bang Iqbal mengatakan Presiden panik, berarti alamatnya soal masalah kesehatan, kecemasan, atau mungkin menurut saya, ketika semua orang marah terhadap Jokowi karena melanggar etika dan aturan, orang lupa bahwa tindakan kegilaan politik dilakukan oleh Jokowi. Mungkin karena depresi, stres, atau kegilaan politik yang luar biasa. 


Nah, ini perlu ada penjelasan luas kepada publik. Jangan kita hanya fokus pada satu objek seseorang yang sudah banyak kita bicarakan etika. Kita harus memberi peringatan kepada Presiden, tetapi ternyata masalah Presiden harus ke rumah sakit jiwa untuk menguji mentalnya. Apakah tindakan-tindakan Presiden itu wajar, bermartabat, terhormat dalam konteks negara bangsa, dalam konteks presidensial, dalam konteks untuk menjaga peradaban demokrasi? 


Mengapa Anda sampai meminta Presiden untuk mengecek kejiwaan? Menurut saya, ada sekitar lima pemimpin di dunia yang memiliki masalah karena terbawa oleh syahwat kekuasaan yang sangat kuat, sehingga mereka menjadi otoriter. Jadi, jika kita merujuk kepada judul hari ini, kemarin, dan lain sebagainya, menurut versi publik pada dulu, Jokowi masih bagus, masih apa adanya, masih natural. Tetapi sekarang, ketika dia sibuk membawa anaknya di panggung demokrasi, seperti Kaesang dan Gibran, banyak yang menganggap itu sudah sangat gila, sangat norak, sangat memalukan, dan tidak butuh pasal atau mekanisme apapun untuk melihat itu secara terang di ruang publik. 


Oke, tapi dari pandangan yang datang dari sisi yang tidak dibahasakan baik, kita lanjut lagi ke Bang, sedikit ya sebelum ke bagian yang dilanjutkan. Dulu, sedikit tuntaskan oleh sebab itu, ketiga Prabowo, Bang Habiburahman, dan seluruh partai yang menurut publik tersangka dugaan, ya, tersangka dan terlibat di lingkaran kekuasaan. Hari-hari ini, mereka berdiri membela Jokowi. Harus konfirmasi dulu kesehatan Jokowi. Apakah bisa dijamin mentalitasnya dan jiwanya tidak tergoncang akibat terlalu kentalnya nepotisme, terlalu kentalnya perubahan psikologi politik, dan lain-lain? Dan sampai kita membela seseorang yang pada akhirnya menjadi presiden ini memiliki masalah. 


Source: Metro TV 

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)